"A lot of people think international relations is like a game of chess. But it's not a game of chess, where people sit quietly, thinking out their strategy, taking their time between moves. It's more like a game of billiards, with a bunch of balls clustered together."
Madeleine Albright
Security is the foundation on which peace and prosperity is built. Without it, no nation can plan and build its future. Defense is commitment to the future.

Monday, November 18, 2013

Skandal Penyadapan dan Keuntungan Bagi Tiongkok

Terbongkarnya aktivitas penyadapan yang dilakukan Amerika Serikat dan Australia terhadap sejumlah negara di Asia (Kamboja, Thailand, Indonesia, Myanmar, Malaysia, dan Tiongkok) telah membuat hubungan AS dan Australia terhadap negara-negara tersebut memburuk.  Indonesia, Malaysia dan Tiongkok bereaksi dengan memanggil duta besar AS dan Australia untuk memberikan penjelasan atas aksi penyadapan tersebut. Indonesia bahkan bersikap keras terhadap Australia.

Jika diperhatikan, secara strategis, sekalipun ikut menjadi korban, terbongkarnya aksi penyadapan ini menguntungkan Tiongkok. Karena sebagian dari negara-negara  yang menjadi korban penyadapan tersebut merupakan mitra potensial AS untuk mengimbangi kekuatan Tiongkok di Asia-Pasifik dan AS selama ini telah berusaha keras mengajak mereka untuk mendukung kebijakan “pivot to Asia”. Skandal ini pasti akan mengganggu kebijakan perimbangan kekuatan AS tersebut. Paling tidak, skandal ini akan menghambat laju kerjasama yang sudah terbentuk ataupun yang sedang dalam proses pembentukan.

Reaksi keras Indonesia terhadap Australia merupakan contoh yang dapat dikemukakan di sini. Terbongkarnya dokumen yang menjelaskan dengan cukup detil siapa-siapa saja yang menjadi korban penyadapan Australia di Indonesia telah mendorong Indonesia untuk memanggil pulang duta besarnya di Australia. Selain itu, Indonesia juga menyatakan akan meninjau ulang kerjasama dengan Australia yang selama ini telah berjalan. Perkembangan ini menyebabkan hubungan dan kerjasama Indonesia dan Australia yang cukup hangat selama ini memanas dan mengganggu kerjasama yang selama ini sudah berjalan dan akan berjalan. Padahal hubungan dan kerjasama tersebut bernilai strategis karena berkepentingan untuk mengimbangi kehadiran Tiongkok dan menjaga stabilitas di kawasan.  


 wendy prajuli

*Gambar milik ABC

No comments:

Post a Comment