Sejak berakhirnya perang dingin, para
pemikir hubungan internasional sepakat jika peran aktor-aktor non negara
semakin meningkat di dalam dinamika hubungan internasional . Perkembangan ini di satu sisi menguntungkan
karena meningkatkan posisi tawar aktor non negara ketika berhadapan dengan
negara.
Namun di sisi lain, sebaliknya. Peran dan power aktor non negara yang menguat
ternyata bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi menguntungkan, sementara di
sisi lain membahayakan negara dan aktor non negara itu sendiri. Jaringan
teroris global yang ada sekarang ini merupakan contoh yang dapat digunakan
untuk menjelaskan fenomena ini.
Terorisme
global yang ada saat ini merupakan salah satu bentuk dari menguatnya peran dan power aktor non negara di dalam hubungan
internasional. Aksi-aksi yang dilakukan para teroris global ini mampu
mempengaruhi arah dinamika hubungan internasional. Paska 9/11 orientasi
kebijakan negara-negara berubah dengan menempatkan isu terorisme sebagai isu
utama dalam perumusan kebijakan negara.
Aksi-aksi terorisme global ini tidak saja mengancam
negara namun juga mengancam eksistensi aktor-aktor non negara lainnya. Konsekuensi
dari fenomena tersebut adalah negara berusaha memperkuat dirinya yang salah
satunya adalah dengan cara mengontrol aktivitas aktor non negara. Contoh dari ini adalah keputusan pemerintah Amerika
Serikat untuk mengawasi seluruh aktivitas komunikasi warga-negaranya.
Di sinilah letak paradoksnya. Di satu sisi peran dan power yang menguat memberikan dampak positif bagi aktor non negara. Aktor-aktor ini mampu meningkatkan posisi tawar dan menyuarakan kepentingannya ketika berhadapan dengan negara. Namun di sisi lain, peningkatan posisi ini juga mengancam kebebasan dan, bahkan, eksistensi aktor non negara.
Di sinilah letak paradoksnya. Di satu sisi peran dan power yang menguat memberikan dampak positif bagi aktor non negara. Aktor-aktor ini mampu meningkatkan posisi tawar dan menyuarakan kepentingannya ketika berhadapan dengan negara. Namun di sisi lain, peningkatan posisi ini juga mengancam kebebasan dan, bahkan, eksistensi aktor non negara.
Wendy Prajuli
*Gambar milik npsglobal.org
No comments:
Post a Comment