"A lot of people think international relations is like a game of chess. But it's not a game of chess, where people sit quietly, thinking out their strategy, taking their time between moves. It's more like a game of billiards, with a bunch of balls clustered together."
Madeleine Albright
Security is the foundation on which peace and prosperity is built. Without it, no nation can plan and build its future. Defense is commitment to the future.

Tuesday, February 19, 2013

Implikasi Regional Peningkatan Hubungan Rusia dan Cina


Dua hari yang lalu Global Times menurunkan berita tentang rencana Xi Jinping untuk mengunjungi Rusia dan Afrika Selatan sebagai kunjungan perdanya sebagai Presiden Cina pasca pelantikan di bulan Maret nanti. Rencana ini mengundang pertanyaan mengapa bukan Amerika Serikat sebagai tujuan lawatan pertama Xi. Apalagi mengingat hubungan Cina dan Amerika Serikat yang makin kompetitif di Asia-Pasifik.

Setidaknya ada dua  alasan yang dapat dikemukakan dalam menjawab pertanyaan tersebut. Pertama, sikap ini merupakan ekspresi dari kompetisi kekuatan antara Cina dan AS di Asia-Pasifik.yang diikuti oleh rasa percaya diri Cina yang makin meningkat di sistem internasional, khususnya terhadap AS. Dengan tidak menempatkan AS sebagai  tujuan lawatan pertama Cina ingin menunjukan bahwa dia tidak berada di bawah bayang-bayang dominasi AS. Selain itu, sikap ini juga menunjukan pengaruh kalangan nasionalis yang kuat di dalam kebijakan luar negeri Cina.  

Kedua, Cina melihat Rusia sebagai sekutu potensial untuk menghadapi kebijakan AS untuk mengimbangi kehadiran Cina yang makin kuat di Asia-Pasifik. Sikap Cina yang makin mendekat ke Rusia dan upaya Cina membangun hubungan persekutuan yang makin erat dengan Rusia telah tampak sejak pertengahan 2000an. Sebagai contoh, upaya tersebut terlihat dari kerjasama militer Cina dan Rusia yang meningkat sejak 2005.

Perubahan konstelasi politik internasional tersebut membawa, paling tidak, dua implikasi. Pertama, rasa percaya diri Cina yang meningkat atas AS berpotensi meningkatkan ketegangan antara Cina dan AS, sepanjang kedua negara tidak bisa menemukan pola manajemen konflik yang baik diantara mereka. Kedua, pola hubungan antara Cina-AS akan makin kompleks dengan keterlibatan Rusia di dalam hubungan Cina-AS tersebut. Apalagi jika mengingat hubungan Rusia-AS yang juga tidak bisa dibilang harmonis. Pada akhirnya dua faktor tersebut berpotensi mengancam stabilitas regional di Asia-Pasifik.    

Wendy Prajuli

No comments:

Post a Comment