"A lot of people think international relations is like a game of chess. But it's not a game of chess, where people sit quietly, thinking out their strategy, taking their time between moves. It's more like a game of billiards, with a bunch of balls clustered together."
Madeleine Albright
Security is the foundation on which peace and prosperity is built. Without it, no nation can plan and build its future. Defense is commitment to the future.

Wednesday, January 27, 2016

Membangun Konsorsium Perpustakaan HI

Salah satu persoalan yang dihadapi mahasiswa HI di Indonesia adalah minimnya sumber literatur yang dapat digunakan untuk menunjang perkuliahan. Mengharapkan buku-buku dan jurnal-jurnal dari perpustakaan kampus tidaklah mencukupi karena, pada umumnya, sebagian dari buku dan jurnal yang ada telah usang. Hal ini terutama disebabkan oleh kendala finansial yang dihadapi oleh kampus untuk selalu menyediakan buku-buku ataupun jurnal-jurnal baru yang bermutu.

Sementara membeli buku-buku tersebut secara pribadi juga bukan sebuah solusi karena sebagian besar buku-buku HI di Indonesia adalah buku-buku impor yang berharga mahal. Akibatnya, hanya sebagian kecil mahasiswa HI saja yang mampu membeli buku-buku tersebut.

Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi persoalan ini adalah dengan mengembangkan konsorsium perpustakaan HI. Di dalam konsorsium ini seluruh kampus yang memiliki jurusan HI di dalam satu kawasan tertentu (misal, jakarta) secara bersama-sama mendirikan sebuah perpustakaan HI yang dapat digunakan baik oleh mahasiswa HI dari kampus-kampus peserta konsorsium, mahasiswa HI non kampus peserta konsorsium maupun masyarakat umum yang berminat pada masalah-masalah HI.

Melalui konsorsium ini kampus memperoleh sejumlah keuntungan, salah satunya adalah biaya finansial untuk selalu menyediakan buku-buku dan jurnal-jurnal HI baru secara berkala dapat ditanggung secara bersama sehingga meringankan beban finansial yang selama ini menjadi alasan dari minimnya koleksi perpustakaan dari literatur-literatur baru.

Wendy Prajuli

No comments:

Post a Comment