"A lot of people think international relations is like a game of chess. But it's not a game of chess, where people sit quietly, thinking out their strategy, taking their time between moves. It's more like a game of billiards, with a bunch of balls clustered together."
Madeleine Albright
Security is the foundation on which peace and prosperity is built. Without it, no nation can plan and build its future. Defense is commitment to the future.

Sunday, January 15, 2012

Hasil Pemilu Taiwan Untungkan Amerika Serikat

Ma Ying-jeou kembali memenangi pemilu nasional di Taiwan. Kemenangan ini hanya selisih tipis dari pesaingnya, Tsai Ing-wen. Ma dan KMT (Kuomintang) merebut 51.6% suara. Sementara Tsai dan DPP (Democratic Progressive Party) meraih 45.6% suara.

Kemenangan KMT merupakan pertanda berlanjutnya stabilitas keamanan di selat Taiwan yang telah dibangun oleh KMT sejak 5 tahun yang lalu melalui kebijakan “peredaan ketegangan dengan Cina.” Kemenangan ini merupakan sebuah keuntungan bagi negara-negara di Asia-Pasifik, khususnya Amerika Serikat.

Sebagaimana telah diketahui bersama, kondisi ekonomi Amerika Serikat yang memburuk serta juga bangkitnya Cina sebagai kekuatan baru kawasan telah berdampak besar pada kebijakan dan strategi keamanan AS. Awal bulan ini AS telah mengumumkan bahwa akan ada perubahan besar-besaran di dalam strategi keamanannya. Dua perubahan besar tersebut adalah pemotongan anggaran militer dan perubahan orientasi keamanan ke kawasan Asia-Pasifik.

Kemenangan Ma di Taiwan tentunya sejalan dengan 2 perubahan besar di dalam kebijakan AS tersebut. Pertama, perubahan orientasi keamanan AS ke Asia-Pasifik disebabkan oleh faktor pertumbuhan kekuatan Cina yang dicemaskan akan mengancam stabilitas di kawasan Asia-Pasifik. Termasuk di dalamnya adalah kecemasan akan terjadinya konflik terbuka di selat Taiwan. Kemenangan Ma yang mengambil kebijakan kooperatif dengan Cina tentunya meminimalisir kemungkinan konflik ini. Berbeda jika seandainya yang menang adalah kandidat dari DPP yang pro-kemerdekaan. Kemungkinan terjadinya ketegangan di selat Taiwan sudah pasti lebih besar.

Kedua, probabilitas ketegangan yang rendah ini juga menguntungkan dari sisi keuangan AS. Ketegangan atau konflik di selat Taiwan yang terjadi di saat AS sedang menjalankan kebijakan pemotongan anggaran pertahanan tentunya akan menjadi beban berat bagi negara adidaya ini. Sebagai negara adidaya AS sudah pasti memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas keamanan dunia, khususnya di Asia-Pasifik. Selain itu, AS juga memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi Taiwan sesuai dengan kesepakatan persekutuan AS-Taiwan (Taiwan Relations Act).

wendy prajuli

No comments:

Post a Comment